Jumat, Oktober 23, 2020
Beranda Sumut Gubernur Edy Marah Besar Lihat Alih Fungsi Hutan Mangrove Jadi Perkebunan Sawit...

Gubernur Edy Marah Besar Lihat Alih Fungsi Hutan Mangrove Jadi Perkebunan Sawit di Gebang

STABAT – reealitasonline.id | Gubernur Sumut, Edy Ramayadi mengaku kecewa melihat kondisi hutan mangrove seluas ribuan hektar yang kini beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit milik pengusaha mata sipit.

Hal itu disampaikan Gubsu Edy saat menghadiri acara penanaman pohon dalam rangka HUT RI Ke 75 Kemerdekaan RI dan Hari Mangrove sedunia di Dusun VIII, Kelantan Luar, Desa Pasar Rawa, Kec. Gebang Kab. Langkat, Senin (3/8) siang. 

Menurut Edy, mangrove saat ini sudah sngat memperihatinkan karena telah beralih fungsi menjadi perkebunan sawit. “Saya bertanya kepada Pak Bupati Langkat kenapa ada pohon sawit, namun Pak Bupati Langkat mengaku tidak tahu milik siapa perkebunan sawit itu,” katanya.

“Jangan sampai kita nantinya diakhirat ditanyakan apa yang dilakukan Bupati Langkat selama menjabat sebagai Bupati Langkat, kenapa lingkungan hidup di Kab. Langkat bisa begini,” ujarnya. 

Beliau berharap masyarakat dan kelompok peduli mangrove dapat berpartisipasi dalam menjaga hutan mangrove demi kebaikan lingkungan  bersama.

“Mudah – mudahan kehadiran saya disini bisa mengurangi dosa saya karena telah sama-sama berpatisipasi dalam kegiatan ini. Untuk itu mari sama – sama kita jaga hutan mangrove kita demi kelangsungan hidup kita dan kelangsungan hutan mangrove,” ucapnya.

Turut hadir dalam kegiatan penanaman mangrove, Kapolda Sumatera Utara diwakili oleh Waka Polda Sumut Brigjend POL DR. Dadang Hartanto, SH, SIK, M.Si, Pangdam I Bukit Barisan diwakili oleh Kasdam BRIGADIR JENDERAL TNI Didied Pramudito, SE, Direktur Jenderal PPKL Karliansyah. MS, KA Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Forkompinda Provinsi Sumatera Utara, Bupati Langkat Terbit Rencana, PA, Wakil Komandan Lantamal I Belawan, KA SPN Polda Sumut KOMBES Teguh Y, SIK, MH, Kapolres Langkat AKBP Edi Suranta Sinulingga, SIK.

Sementara itu, saat ditanya tentang siapa pemilik perkebunan sawit diatas lahan mangrove tersebut, warga disana mengaku bahwa pemiliknya adalah pengusaha mata sipit berinisial Al. 

“Abang apa gak tau, ya itu lah bang yang punya shorum sepeda motor di simpang maut Stabat,” kata warga yang tak mau disebutkan namanya. (MA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER

‘Negeri Bertuah’ Kembali Diguncang Isu Corona, Jubir Satgas: Warga Kuala PDP, Bukan Positif Covid-19

STABAT - Realitasonline | Kabupaten Langkat yang kerap disebut dengan 'Negeri Bertuah' kembali diguncang isu corona karena salah satu warganya yang positif...

“Barata” Dukung Perjuangan Relawan Kotak Kosong di Pilkada Humbahas

HUMBAHAS - realitasonline.id | Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Baginda Polin Lumban Gaol SH MH dan Rajin...

“Dicomblangin”, Harimau Sumatra di London Dibunuh Calon Pasangannya

LONDON - RealitasOnline | Seekor harimau Sumatra mati di Kebun Binatang London. Harimau betina bernama Melati itu dianiaya calon pasangannya, harimau jantan...

“Jemput Bola” Rekam E-KTP, Disdukcapil Pakpak Bharat Terima Penghargaan Gubsu

PAKPAK BHARAT - Realitasonline | Untuk memenuhi persyaratan bagi warga Pakpak Bharat yang sudah berusia 17 tahun atau yang telah kawin untuk...

BERITA TERBARU

DPRD Medan: Penggunaan Anggaran Sentuh Kepentingan Masyarakat

MEDAN - realitasonline.id | Ketua DPRD Medan, Hasyim SE mengatakan banyak program yang seharusnya terlaksana menjadi tertunda semasa Covid-19. Oleh...

DPRD Medan Prihatin Puskesmas Tidak Punya IPAL

MEDAN - realitasonline.id | DPRD Medan prihatin atas laporan sejumlah masyarakat yang menyebutkan masih banyak Puskesmas di kota ini tidak memiliki IPAL.

DPRD Medan: Bangunan Liar Sumber Kebocoran PAD

MEDAN - realitasonline.id |  Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Medan menyebutkan bangunan tanpa izin yang semakin marak di kota ini selain merusak...

DPRD Medan Kecewa Penerimaan PAD Minim

MEDAN - realitasonline.id | Fraksi Gerindra DPRD Medan mengaku kecewa dengan penerimaan Pajak Asli Daerah (PAD) Kota Medan tahun 2020 yang sangat minim.