Kamis, Januari 21, 2021
Beranda Uncategorized Warga Keluhkan Banjir Pasca Pembangunan Drainase Jalan Wahidin Berbiaya 1,6 Milyar

Warga Keluhkan Banjir Pasca Pembangunan Drainase Jalan Wahidin Berbiaya 1,6 Milyar

SIANTAR – Realitasonline.id | Setelah adanya temuan awal pasca tim Intel Kejari Siantar melakukan cek fisik atas pekerjaan drainase di jalan Wahidin Siantar Utara, diduga pekerjaan asal jadi karena waktu pekerjaan hanya 42 hari. Juga ukuran ketebalan beton penutup drainase tidak sama.

Beberapa kesaksian warga jalan Wahidin seperti ibu penjual sarapan nasi soto/pulut dan lupis, kepada wartawan  mengatakan “sekarang malah banjir dan masuk ke ruma,  ke gang karena air dari parit meluap,” katanya.

Drainase (parit) dibangun lebih tinggi daripada jalan sehingga drainase tidak berfungsi sebagaimana mestinya. “Dulu parit kami sudah bagus lebar dan dalam, jika hujan turun air mengalir saja. Tapi sekarang air masuk ke rumah dan ke dalam gang bahkan pasar /jalan Wahidin seperti kolam”, katanya.

Warga lainnya, seorang warga Tionghoa yang bertetangga dengan ibu penjual nasi soto mengaku harus membuat benteng di depan rumahnya, agar air tidak masuk. “Kalau masuk, mesin fotocopy kan rusak”, ungkapnya.

Warga sangat mengeluhkan pekerjaan drainase berbiaya 1,6 Milyar tersebut. Karena semua menjadi hancur termasuk bangunan titi semen yang sudah ada di depan rumah warga. Sedangkan untuk membuat Titi yang baru, pemborong atau pekerja hanya membuat 2 meter, kalau ingin lebih bagus harus menambah biaya. 

“Aku aja ngasih 500 ribu, karena kalau cuma 2 meter ya mana bisa”, kata ibu pedagang nasi soto itu.

“Yang parahnya lagi pekerjaan selesai, sejumlah tumpukan tanah dan material dibiarkan di jalan waktu itu, ungkap ibu ini yang sudah puluhan tahun tinggal di jalan Wahidin.

Katanya kedalaman parit 1 1/2 meter, tapi kami ukur pakai kayu gak sampai nya, katanya kala itu. “Rupanya, ukurannya 1 1/2 meter ke atas jadi paritnya lebih tinggi. Kami juga lihat dari parit yang sudah ada dipasang besi diatasnya (ditambah), digali hanya seadanya saja”, katanya lagi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pekerjaan dari Dinas PUPR ini telah dilaporkan ke Kejari Siantar. Tim Intel Kejari Pematangsiantar  sudah mulai melakukan penyelidikan Puldata dan Pubaket (Pengumpulan data dan pengumpulan bahan keterangan). (RH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER

‘Negeri Bertuah’ Kembali Diguncang Isu Corona, Jubir Satgas: Warga Kuala PDP, Bukan Positif Covid-19

STABAT - Realitasonline | Kabupaten Langkat yang kerap disebut dengan 'Negeri Bertuah' kembali diguncang isu corona karena salah satu warganya yang positif...

‘Sri Nabilla’ Dilepasliarkan ke Hutan TNGL

TAPANULI SELATAN - realitasonline.id | 'Sri Nabila', Harimau Sumatera berjenis kelamin betina yang telah selesai menjalani karantina di Taman Margasatwa Nagari Barumun...

“Barata” Dukung Perjuangan Relawan Kotak Kosong di Pilkada Humbahas

HUMBAHAS - realitasonline.id | Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Baginda Polin Lumban Gaol SH MH dan Rajin...

“Dicomblangin”, Harimau Sumatra di London Dibunuh Calon Pasangannya

LONDON - RealitasOnline | Seekor harimau Sumatra mati di Kebun Binatang London. Harimau betina bernama Melati itu dianiaya calon pasangannya, harimau jantan...

BERITA TERBARU

Sembilan Miliar Lebih APBD Taput Digelontorkan Khusus Bangun Jembatan Interkoneksi Desa Terpencil

TAPUT - Realitasonline.id | Komitment Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababam untuk peningkatan perekonomian warga Desa terpencil melalui akselerasi infrastruktur jalan dan jembatan...

Gubernur Edy Rahmayadi Minta Prioritas Pengelolaan Geopark Kaldera Toba untuk Kemakmuran Rakyat

MEDAN – realitasonline.id | Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meminta pengelolaan Geopark Kaldera Toba tetap diprioritaskan untuk kemakmuran masyarakat kawasan Danau Toba. Karena...

Kepala DLH Aceh Selatan Minta Kesadaran Masyarakat Menjaga Kebersihan dan Ke Indahan Gampong

TAPAKTUAN - realitasonline.id | Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Selatan, untuk penampungan sampah sementara ada dua unit Continer yang diletakkan di kawasan Pasar...

Wujudkan Bebas Pungli Pemkab Asahan Adakan Pertemuan ke Segala Lini

ASAHAN - realitasonline.id | Ketua Pelaksana Unit Pemberantasan Pungutan Liar (UPP) Kabupaten Asahan yang juga menjabat sebagai Waka Polres Asahan, Kompol. Sri...